• Jelajahi

    Copyright © Tapanuli Times
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    TRAGEDI DI SUNGAI SAGA MATUA! JASAD PEMUDA TAPTENG BERHASIL DIEVAKUASI, DIDUGA MENJADI KORBAN SERANGAN BUAYA

    GAJAH SITE
    Kamis, 28 Mei 2026, Mei 28, 2026 WIB Last Updated 2026-05-28T13:49:24Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini
     TRAGEDI DI SUNGAI SAGA MATUA! JASAD PEMUDA TAPTENG BERHASIL DIEVAKUASI, DIDUGA MENJADI KORBAN SERANGAN BUAYA
     



    TAPANULI TENGAH, TAPANULI TIMES– Suasana duka mendalam menyelimuti Desa Sampang Maruhur, Kecamatan Sirandorung, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), setelah seorang pemuda berinisial BS (20 tahun), warga setempat, ditemukan meninggal dunia dalam kondisi mengkhawatirkan. Korban diduga kuat menjadi korban serangan buaya muara yang menghuni aliran Sungai Saga Matua, lokasi di mana ia terakhir kali terlihat sebelum dinyatakan hilang.
     
    Pencarian yang berlangsung tegang dan penuh haru itu akhirnya menemukan titik terang, namun bukan kabar gembira yang ditunggu keluarga, melainkan kepastian berpulangnya sang pemuda untuk selamanya. Suara lonceng gereja yang bertalu-talu sejak pagi hari seolah menjadi penanda dan iringan doa bagi pencarian yang berujung duka ini.
     
    Kronologi Kejadian: Hilang Saat Berada di Pinggir Sungai
     
    Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari warga dan pihak kepolisian, peristiwa bermula ketika korban BS diketahui pergi ke pinggiran Sungai Saga Matua untuk keperluan sehari-hari. Di lokasi tersebut, korban diduga diserang secara tiba-tiba oleh buaya berukuran besar yang selama ini memang diketahui sering melintas dan bersarang di aliran sungai tersebut.
     
    Karena tidak berdaya melawan kekuatan buaya, korban terseret ke dalam air dan hilang dari pandangan saksi mata maupun warga yang berada tidak jauh dari lokasi. Mendengar jeritan dan kabar adanya serangan hewan buas, warga sekitar segera berdatangan dan berupaya melakukan pencarian, namun kondisi aliran sungai yang cukup dalam dan arus yang terkadang berubah membuat pencarian sulit dilakukan.
     
    Warga pun segera melaporkan kejadian tersebut ke Kantor Kepolisian Sektor (Polsek) setempat dan meminta bantuan untuk melakukan operasi pencarian dan penyelamatan.
     
    Evakuasi Bersama Polisi dan Warga, Berakhir Duka
     
    Mendapatkan laporan hilangnya pemuda tersebut, jajaran personel Polres Tapanuli Tengah yang dipimpin langsung oleh pejabat setempat bergerak cepat. Tim gabungan yang terdiri dari anggota kepolisian, tim SAR, serta puluhan warga desa bergotong royong menyisir sepanjang aliran Sungai Saga Matua, mulai dari titik kejadian hingga ke muara sungai.
     
    Setelah pencarian yang berlangsung berjam-jam dan melelahkan, akhirnya pada sore hari, jasad korban berhasil ditemukan mengapung di sekitar lokasi kejadian tidak jauh dari semak-semak pinggir sungai. Kondisi jenazah ditemukan dengan luka-luka sobekan yang diduga akibat gigitan dan cengkeraman buaya, yang semakin menguatkan dugaan penyebab kematian korban.
     
    Suara lonceng gereja yang terdengar bertalu-talu dari tengah desa seolah menjadi iringan tangis keluarga dan warga saat jenazah BS diangkat ke daratan dan diserahkan ke keluarga untuk dibawa ke rumah duka. Tangis haru dan duka pecah saat jenazah berhasil diserahkan, meskipun kepulangan itu dalam keadaan yang sudah tak bernyawa.
     
    Polres Tapteng Beri Bantuan dan Koordinasi dengan BKSDA
     
    Kapolres Tapanuli Tengah atau wakilnya yang hadir di lokasi menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas musibah yang menimpa keluarga korban. Pihak kepolisian turut menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada keluarga BS untuk meringankan beban di tengah masa berkabung ini.
     
    Lebih jauh, pihak kepolisian menyatakan akan segera berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Utara guna mengambil langkah-langkah strategis. Hal ini dilakukan demi mencegah jatuhnya korban berikutnya, mengingat keberadaan buaya di Sungai Saga Matua diketahui sudah cukup lama dan sering mengganggu aktivitas warga.
     
    “Kami sangat berduka atas kejadian ini. Pihak kepolisian telah menurunkan personel terbaik untuk membantu evakuasi dan mengamankan lokasi. Saat ini kami sedang berkoordinasi dengan BKSDA untuk menindaklanjuti keberadaan hewan buas tersebut, apakah akan dilakukan pemindahan atau langkah pengamanan lainnya agar tidak ada lagi warga yang menjadi korban,” ungkap perwakilan Polres Tapteng di lokasi kejadian.
     
    Imbauan Warga: Waspada dan Hindari Pinggiran Sungai
     
    Peristiwa tragis ini kembali menjadi peringatan keras bagi masyarakat yang tinggal di sepanjang aliran sungai yang menjadi habitat buaya. Warga Desa Sampang Maruhur dan desa tetangga kini diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra, terutama bagi anak-anak dan pemuda, agar tidak beraktivitas sendirian di pinggir sungai, mandi, atau mengambil air di titik-titik yang rawan.
     
    Selain itu, warga juga diminta tidak melakukan aktivitas yang dapat mengundang kehadiran buaya mendekati pemukiman, seperti membuang sampah sembarangan atau bangkai hewan ke dalam aliran sungai.
     
    Saat ini, jenazah korban BS telah diserahkan sepenuhnya kepada keluarga untuk disemayamkan dan dimakamkan sesuai adat istiadat setempat. Duka yang mendalam masih terasa melingkupi desa tersebut, namun harapan besar kini tertuju pada tindakan nyata pihak berwenang agar Sungai Saga Matua kembali aman dan tidak lagi memakan korban jiwa warga Tapanuli Tengah.
     
     
     
    Berita ini akan terus kami pantau perkembangannya. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk menyebarluaskan informasi ini agar keselamatan warga semakin diperhatikan dan langkah penanganan hewan buas segera dilakukan.(Viral)
     

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Tag Terpopuler

    Daerah (1) Hukum (13) Medan (5) Nasional (10) Pers (1) Politik (2) Redaksi (2) Sumut (1) Tapanuli (1)